SENSUS PENDUDUK

KATA PENGANTAR

Sensus penduduk (SP) merupakan kegiatn nasional yang penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai dengan Undang – Undang Nomor 16 Tahun 1997 dan sekaligus merupakan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada tanggal 1-31 Mei 2010 mendatang BPS akan kembali melaksanakan PS ke enam kalinya sejak kemerdekaan. Tujuan pelaksanaan SP2010 adalah untuk menyediakan data dasar kependudukan yang terkini baik dari segi jumlah maupun parameter-parameter kependudukan. Sehingga pelaksanaan SP2010 harus lebih baik dari pelaksanaan SP sebelumnya. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah membangun kesadaran dari seluruh jajaran BPS dan semua lapisan masyarakat. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut dibutuhkan stategi kampanye yang efektif dan efisien agar masyarakat mengetahui sendiri mungkin akan adanya kegiatan SP2010, masyarakat merasa rugi bila tidak terdata dan selanjutnya masyarakat secara sadar terlibat aktif dalam pelaksanaan SP2010. Hal tersebut hanya mungkin terjadi bila pegawai BPS berperan aktif sebagai agent of campaign bagi keluarganya dan di masyarakat lingkungan tempat tinggalnya. Berbagai forum formal maupun informal dapat dipergunakan oleh pegawai BPS. Pertemuan/rapat/seminar/diskusi dengan instansi luar, acara arisan, posyandu, kegiatan PKK, kegiatan keagamaan, rapat-rapat RT/RW/kelurahan/desa, dan kegiatan masyarakat lainya merupakan media yang efektif dan efisien untuk mengampanyekan SP2010. Panduan kampanye SP2010 disusun dengan bahasa yang sederhana dan jelas, sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan dan dapat dipergunakan oleh pegawai BPS sebagai pedoman dalam mengampanyekan SP2010. Pda kesempatan ini sekali lagi saya menghimbau kepada seluruh pegawai BPS untuk bessama-sama mengkampanyekan SP2010 dan mewujudkan data kependudukan yang berkualitas.

LATAR BELAKANG

Dalam penyelenggaraan kegiatan statistic, BPS berusaha memenuhi kebutuhan data yang diperlukan oleh pemerintah di perbagai bidang, seperti: pertanian, industri, pertambangan, komunikasi, perdagangan, pendapatan nasional, ketenagakerjaan, pendidikan, kependudukan dan beragam bidang lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara, antara lain sensus dan survey. Secara ringka perbedaan sensus dan survey adalah sebagai berikut: sensus merupakan pendataan yang dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh populasi, sedangkan survey adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pendataan sample dari sesuatu populasi untuk memperkirakan karkteristik (ciri) suatu obyek pada saat tertentu. Dengan melihat cakupan populasi yang har us didata, jelas bahwa sensus akan menyajikan hasil sampai wilayah administrasi terkecil. Jika survey dapat dilakukan secara berkala dalam waktu yang berdekatan, maka sensus umumnya dilakukan setiap 10 tahun sekali. Sensus penduduk merupakan kegiatan pengumpulan data yang dilakukan melalui pendataan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada diwilayah territorial Republik Indonesia untuk meperoleh karakteristik pendunduk pada saat tertentu. Data Statistik kependudukan hasil SP 2010 merupakan data yang sangat ditunggu dan diharpkan oleh semua pihak karena sampai saat ini registrasi penduduk belum dapat menghsilkan data kependudukan seperti yang diharapkan, yaitu mampu memberikan gambaran keadaan penduduk Indonesia. Penyajian data sampai wilayah administratif terkecil sangat berguna bagi perencanaan pembangunan agar tepat guna dan tepat sasaran.

LANDASAN HUKUM

Pelaksanaan SP2010 didasarkan pada:  Udang-undang Nomor 16 Than 1997 tenteng Statistik;  Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Statistik; dan  Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 tenteng Badan Pusat Statistik. Selain mengacu kepada ketiga peraturan perundangan di atas, pelaksanaan SP2010 juga telah diamanatkan melalui Rekomendasi PBB tahun 2007 tentang “Principles and Recommendation for Population and Housing Census”

SP MILIK KITA SEMUA!

Sensus penduduk bukan hanya tanggung jaawab Sekretariat SP2010 Subject Matter, tetapi juga tanggung jawab seluruh pegawai BPS. Seluruh pegawai BPS berkewajiban untuk menyukseskan pelaksanaannya. Demikian pula dengan Kampanye SP2010, Kampanye ini bukan hanya dilakukan oleh jajaran Humas BPS, tetapi oleh seluruh pegawi sehingga pada pelaksanaan SP2010 nanti semua penduduk terhitung. Seluruh pegawai BPS perlu meyakinkan semua pihak bahwa SP2010 bukan hanya tugas BPS, tetapi juga tugas seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah amanat dunia bahwa setiap orang perlu dicatat, dihitung, dan diperhitungkan (Human Recognition). SP2010 juga merupakan amanat PBB bahwa seluruh negara harus melaksanakan sensus penduduk. Oleh karena itu, yakinkan semua pihak bahwa SP2010 adalah sensus kita semua, seluruh rakyat Indonesia.

TUJUAN KAMPANYE

Target yang hendak dicapai dalam pelaksanaan Kampanye SP2010 ini adalah supaya masyarakat mengetahui bahwa pada 1-13 Mei 2010 akan dilaksanakan Sensus Penduduk, kemuduian masyarakat merasa tertarik untuk mengetahui lebih banyak, merasa rugi bila tidak terdata, dan selanjutnya merasa perlu terlibat aktif dalam pelaksanaan SP2010. Sehingga tujuan utama dari mengampanyekan SP2010 adalah: semua peduduk harus terhitung.

STRATEGI KAMPANYE

Kampanye SP2010 adalah kegiatan penyimpanan dan penyebarluasan pesan mengenai focus, muatan, dan mafaat SP2010n kepada seluruh lapisan masyarakat. Strategi kampanye yang efektif harus ditempuh untuk memaksimalkan penyampaian dan penyebarluasan pesan. Strategi kampanye dilakukan dengan mendorong partisipasi aktif komponen masyarakat maupun melalui media kampanye yang telah disiapkan. Perlu digarisbawahi bahwa Kampanye SP2010 tidak hanya dilakukan oleh BPS, melainkan oleh segenap komponen masyarakat.

1. Gunakan semua cara

Seluruh jajaran dan keluarga BPS adalah petugas Kampanye SP2010. Gunakan semua cara: interaksi personal langsung, short message service (SMS), halaman web, facebook, e-mail, telepon, mailing list (milis), dan sejenisnya untuk menyampaikan pesan SP2010. Pedoman kampanye yang disiapkan hanya berupa panduan umum, inovsi dari seluruh pegawai diharapkan muncul sesuai dengan situasi dan bidang keahlian masing-masing.

2. Merangsang Partipasi Aktif Masyarakat

Masyarakat merupakan subjek sekaligus objek dalam Kampanye SP2010. Tiap komponennya masyarakat diajak berpartisipasi, termasuk kelangan akademik (pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen), karyawan, pengusaha, sector swasta dan pekerjaan professional, organisasi masyarakat sipil ( civi society), majelis agama, tokoh agama, ibu rumah tangga, masyarakat umum, dan lainnya. Untuk menggalang partisipasi aktif masyarakat maka interaksi langsung dengan masyarakat melalui pertemuan-pertemuan baik formal maupun informal perlu dilakukan. Secara formal,dapat dilakukan pertemuan melalui rapat interdep yang dilakukan oleh BPS Provinsi/ Kabupaten / Kota dengan sasaran peserta yang berasal dari instansi terkait dan langsung memiliki kepengtingan terhadap data SP2010. Secara informal, pendekatan dilakukan terhadap tokoh-tokoh masyarakat yang ada di tingkat pusat, provensi, kabupaten / kota, kecamatan sampai ke desa / kelurahan. Melalui forum pertemuan, para tokoh masyarakat diberikan penjelasan mengenai muatan, focus, dan manfaat SP2010. Untuk Kampanye SP2010 ini, diharapkan mulai bulan Agustus 2009 petugas lapangan dari semua kegiatan BPS diharapkan ikut memberikan informasi di lapangan bahwa pada bulan Mei 2010 akan dilakukan SP2010.

3. Target Audience

arget audience yang harus dicapai dalam Kampanye SP2010 adalah bahwa mereka yang menjadi sasaran kampanye selanjutnya akan mengampanyekan secara mandiri pelaksanaan SP2010. Setiap kampanye yang dilakukan harus memuat pesan jelas:

Semua penduduk harus terhitung.

Sasaran Kampanye SP2010  adalah:

• Masyarakat (kalangan elite, masyarakat umum, masyarakat di daerah terpencil, kaum intelektual, pedagang, penduduk nomaden, dll.);

• Instansi pemerintahan, swasta, mitra kerja BPS, LSM , lembaga donor / lembaga internasional, dan berbagai komponen masyarakat yang lainnya.

TENTANG SENSUS PENDUDUK 2010 1.

1. Tujuan dan manfaat

Sensus Penduduk 2010 bertujuan untuk:

a) Mengumpulkan dan menyajikan data tentang penduduk, rumah tangga dan perumahan hingga tingkat administrasi yang terkecil (desa / keluruhan). Keterangan yang dikumpulkan meliputi: nama, umur, jenis kelamin, kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perpindahan (migrasi),pedidikan, ketenagakerjaan, status perkawinan, dan beberapa karakteristik terkait perumahan.

b) Data hasil SP2010 juga dapat digunakan sebagai kerangka contoh induk ( KCI ) untuk kepentingan survey-survei lain bebasis rumah tangga atau penduduk yang dilakukan BPS pada periode 2010-2020.

c) Hasil SP2010 dapat digunakan untuk memperkirakan berbagai parameter demografi sampai dengan wilayah administrative tertentu sesuai dengan jumlah kasus yang terjadi. Beberapa parameter demografi yang selama ini hanya dapat diperkirakan pada tingkat provensi, akan dapat diperkirakan sampai tingkat kabupaten / kota, bahkan mungkin sampai dengan tingkat kecamatan.

d) Tujuan-tujuan lainnya adalah mengumpulkan informasi kependudukan yang memungkinkan untuk menganalisa struktur penduduk sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan Milennium Development Goals (MDGs) pada wilayah administrasi terkecil ( desa / kelurahan ). Manfaat SP2010 adalah memperoleh informasi dasar kependudukan dan perumahan yang diperlukan untuk menilai kinerja pembangunan bangsa di masa lalu serta menyusun perencanaan pembangunan kependudukan, social, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia di masa mendatang.

2. Cakupan

Sensus Penduduk 2010 mencakup semua penduduk yang tinggal di seluruh wilayah teritorial Indonesia, baik warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing ( WNA ). Pendataan terhadap anggota korps diplomatic Indonesia beserta anggota rumah tangganya di luar negeri dilakukan melalui Departemen Luar Negeri. Anggota korps diplomatic Negara asing yang berada di wilayah teritorial Indonesia tidak dicakup dalam pendataan. Pendataan penduduk pada kegiatan sensus dilakukan dengan dua cara / pendekatan, yaitu ‘de facto’.Pendekatan ‘ de jure’ dilakukan dengan mendata penduduk dimana mereka biasa bertempat tinggal. Kata “biasa” merujuk pada referensi waktu 6 bulan. Yang dimaksud penduduk dalam pendekatan ini adalah seseorang yang telah tinggal di suatu tempat selama 6 bulan atau lebih, atau bermaksud menetap. Sedangkan pendekatan ‘de facto’ dilakukan dengan mendata penduduk yang bertempat tinggal tidak tetap di tempat mereka ditemui oleh petugas pada waktu pendataan ( tunawisma, awak kapal yang berbendera Indonesia, penghuni perahu / rumah apung, masyarakat terpencil dan pengungsi).

3. Petugas SP2010

Berbeda dengan sensus penduduk sebelumnya, untuk mencapai akurasi yang tinggi, pendataan pada SP2010 akan dilakukan secara tim. Setiap tim terdiri dari satu orang coordinator tim dan tiga orang petugas pencacah. Petugas yang akan mendata di lapangan umumnya berasal dari kelurahan / desa setempat. Mereka telah mengikuti pelatihan selama 3 (tiga) hari untuk memahami tata cara pendataan secara benar, sehingga menghasilkan data yang berkualitas.

4. Kuesioner SP2010

Dalam SP2010 akan digunakan dua model kuesioner, yaitu kuesioner L dan C. Kuesioner L merupakan kuesioner listing yang digunakan untuk mendaftar semua bangunan fisik, tempat tinggal, dan rumah tangga di seluruh wilayah pendataan tanpa kecuali. Sedangkan kuesioner C merupakan kuesioner cacah yang digunakan untuk mengumpulkan data individu rumah tangga dan anggota rumah tangga serta keterangan mengenai kondisi dan fasilitas bangunan tempat tinggal.

5. Apa saja yang ditanyakan

Daftar pertanyaan yang diajukan, antara lain: • Keterangan individu: nama, umur, jenis bangsa, bahasa sehari-hari, jumlah anak yang lahir hidup dan anak masih hidup ( khusus untuk wanita dewasa ), status dan tingkat pendidikan, dan keterangan mengenai ketenagakerjaan. • Keterangan rumah tangga: peristiwa kelahiran dan kematian, serta penggunaan teknologi, informasi, dan komunikasi. • Kondisi dan fasilitas bangunan tempat tinggal: status kepemilikan tempat tinggal, sumber penerangan, sumber bahan baker, sumber air minum, dan fasilitas kamar mandi.

6. Waktu Pelaksanaan

Sensus penduduk 2010 dilaksanakan pada tanggal 1-31 Mei 2010. Petugas akan mendatangi setiap tempat tinggal untuk melakukan pendataan dengan menggunakan daftar pertanyaan ( kuesioner ). Petugas juga akan menempelkan stiker SP2010 pada bangunan tempat tinggal sebagai tanda bahwa data tempat tinggal dan penghuninya telah dikumpulkan. Petugas sensus dilengkapi dengan surat tugas dan mengenakan tanda pengenal dengan logo SP2010. Khusus bagi anggota masyarakat yang bertempat tinggal tidak tetap akan didata pada malam Hari Sensus tanggal 15 Mei 2010. Bila petugas belum mendatangi rumah Anda, segera melaporkan kepada aparat RT/ RW atau aparat kelurahan / desa setempat.

Makna Logo:

Menggambarkan kegembiraan rakyat Indonesia menyambut program nasional SP2010. Seluruh rakyat Indonesia mendukung program nasional ini dengan memberikan jawaban yang benar kepada petugas sensus.

Makna Maskot:

Maskot, yang di berinama “Bung Itung”, menggambarkan petugas sensus sebagai ujung tombak kegiatan BPS yang ceria, ramah dan bersahabat, serta giat dalam melaksanakan tugas yang diembannya dalam rangka mengumpulkan data SP2010. “ Pastikan Anda Dihitung” bermakna : Pastikan petugas sensus penduduk sudah mendata dan menempel stiker SP2010 di rumah Anda.

Anda, penduduk yang tinggal di seluruh wilayah territorial Indonesia, baik Warga Negara Indonesia ( WNI ) maupun Warga Negara Asing ( WNA ), baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak bertempat tinggal tetap ( tunawisma, pengungsi, masyarakat terpencil / terasing, penghuni perahu / rumah apung, dan awak kapal berbendera Indonesia ), termasuk anggota korps diplomatic Indonesia di luar negeri beserta keluarganya.

Dihitung dalam SP2010 pada tanggal 1 – 31 Mei 2010.

7. Jadwal Pelaksanaan SP2010 No Kegiatan Jadwal

1 Pelatihan Instruktur Nasional minggu ke-2 Maret 2010 s.d minggu ke-3 Maret 2010

2 Pelatihan Instruktur Daerah minggu ke-3 Maret 2010 s.d minggu ke-1 April 2010

3 Pelatihan Tugas Lapangan minggu ke-3 Maret 2010 s.d minggu ke-3 April 2010 4

Pelaksanaan Pendataan dari Rumah ke Rumah 1 – 31 Mei 2010

5 Pengolahan Data Juni – November 2010

6 Publikasi Awal Agustus 2010

7 Publikasi Akhir Agustus 2011

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: